Pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada seorang pemuda beribadah tanpa kenal lelah, tekun melaksanakan shalat, sering berpuasa dan gemar bersedekah. Namanya adalah Alqamah. Beliau hidup sebatang kara dengan ibundanya. Dimasa itu, beliau dikenal sebagai pemuda yang sangat menyayangi ibunya. Ayah beliau sudah lama meninggal. Keluarganya tidak kaya, hidup hanya bercukupan.
Namun masa demi masa berlalu, kehidupan Alqamah berubah setelah ia menikah. Karena sibuk dengan urusan rumah tangganya, sekarang ia kurang memperhatikan ibunda yang sudah tua itu.
Dengan sedikit terpaksa, akhirnya sang ibu tinggal sendiri di sebuah rumah. Meski sudah beberapa lama tinggal sendirian di rumah, namun tetap saja, Alqamah tidak menjenguk dan belum saja memberi santunan kepada sang ibu. Hal tersebut tentu saja membuat ibunya kecewa, beliau merasa berkecil hati terhadap sikap anaknya yang kurang memperhatikan dirinya.
Suatu hari, Alqamah diketahui sedang sakit parah. Semua keluarganya menjenguknya, sampai satu rumah Alqamah dipenuhi oleh sanak keluarganya itu. Akan tetapi, di rumah Alqamah tidak ada keberadaan sang ibu. Rupanya sang ibu belum datang menemuinya.
Sedangkan, Alqamah sudah dalam keadaan sakaratul maut. Melihat kondisinya yang sudah mendekati kematian, para keluarganya mentalqin kalimat tauhid; Laa Ilaaha Illallaah. Namun yang terjadi Alqamah tidak bisa mengikutinya, hal itu kemudian diulang secara berkali-kali, tetapi tetap saja, Alqamah belum juga dapat menirukannya.
#kisahislami
#kisahsahabatnabi
#tintamahabbah
Ещё видео!